IMPLIKASI ASPEK PERKEMBANGAN DALAM PROSES
PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir
Pada
Mata Kuliah Perkembangan Peserta
Didik
Dosen Pengampu:
Kiswan S. Ag., M. Pd.
Disusun Oleh:
Rijal Muhamad Kosim
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID)
2013
KATA
PENGANTAR
Puji beserta syukur
mari kita panjatkan ke hadirat Allah yang Maha Ghafur, shalawat beserta salam
semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad Saw, juga kepada keluarga,
sahabat dan semoga sampai kepada kita semua diberikan safa’at olehnya.
Makalah ini penulis
susun sebagai tugas dari mata kuliah perkembangan peserta didik dengan judul “Implikasi Aspek Perkembangan dalam Proses
Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah”.
Penulis menyadari bahwa
makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis membuka tangan untuk
menerima kritik dan saran dari pembaca demi terciptanya makalah yang lebih baik
kedepannya.
Akhir kata, penulis
mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian makalah ini, semoga Allah Swt membalas kebaikan semuanya. Amiin...
Ciamis,
25 mei 2013
Penulis
Rijal
muhamad kosim
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.......................................................................................
i
DAFTAR
ISI.......................................................................................................
ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang......................................................................................
1
B. Rumusan
Masalah.................................................................................
1
C. Tujuan
.................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Perkembangan
Fisik Motorik................................................................
2
B. Perkembangan
Sosial............................................................................
3
C. Perkembangan
Kognitif........................................................................
5
D. Perkembangan
Emosi............................................................................
6
E. Perkembangan
Bahasa..........................................................................
8
F.
Perkembangan
Moral............................................................................
9
G. Perkembangan
Agama..........................................................................
9
BAB
III PENUTUP
Simpulan......................................................................................................
11
DAFTAR
FUSTAKA.........................................................................................
12
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan merupakan proses
yang sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik yang sempurna, baik
dalam segi pengetahuan, perasaan, dan perbuatan agar menjadi manusia yang
sempurna karena secara umum tujuan pendidikan adalah menolong anak mengembangkan potensinya dengan baik.
Dalam
konteks pendidikan, anak usia MI perlu mendapatkan perhatian khusus karena
merupakan peletak pendidikan dasar yang
akan memberikan bekal kepada anak pada jenjang pendidikan selanjutnya. Lebih
dari itu, anak seusia dini merupakan bekal yang
akan membuka pintu dunia bagi mereka, sedangkan orang tua memandang
bahwa sekolah adalah sebagai tempat untuk mengembangkan kemampuan anak.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar
belakang di atas penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:
a.
Bagaimana tanda
perkembangan pada anak MI?
b.
Bagaimana implikasi
perkembangan pada anak MI?
c.
Apa Peran
sekolah dalam perkembangan anak MI dalam menciptakan lingkungan belajar yang
kondusif, efektif dan menyenangkan?
C.
Tujuan
Adapun tujuan penulis
sebagai berikut:
a.
Mengetahui tanda
perkembangan pada anak MI
b.
mengetahui implikasi
perkembangan pada anak MI
c.
Mengetahui Peran
sekolah dalam perkembangan anak MI dalam menciptakan lingkungan belajar yang
kondusif, efektif dan menyenangkan
BAB II
PEMBAHASAN
Seorang
guru akan dapat melakukan bimbingan yang tepat jika memahami tingkat
perkembangan anak MI karena tanpa mengenal pola perkembangan anak MI, mustahil
akan membuat rencana yang efektif dalam mengadakan perubahan dari anak itu
sendiri.
Sagala
(2005:121), mengatakan bahwa seluruh kegiatan interaksi pendidikan diciptakan
bagi kepentingan anak yaitu membentuk pengembangan semua potensi dan kecakapan
yang dimilikinya. Oleh karena itu, itu hal-hal yang berhubungan dengan
perkembangan dan pertumbuhan peserta didik
mempunyai implikasi yang kuat terhadap penyelenggaraan pendidikan pada
anak MI.
A.
Perkembangan
Fisik Motorik
Dilihat
dari perkembangan fisik motorik, anak MI dituntut untuk mengusai keterampilan fisik
yang diperlukan dalam permainan dan aktivitas fisik motorik.
Fuad,
Muhammad Abdul Baqi (2012), Nabi muhammad saw bersabda: “mengajari anak-anakmu berenang dan memanah adalah adalah kewajiban,
beliau berkata, ajari anakmu memanah dan latihan berkuda sampai mereka lancar.”
(HR. Bukhari)
Berdasarkan
hadis tersebut dapat difahami bahwa perkembangan fisik motorik pada anak MI
mutlak diperlukan bahkan merupakan kewajiban bagi pendidik untuk mengembangkan
kemampuan tersebut.
Menurut
Hasan (2006), tujuan pengembangan fisik motorik adalah untuk melatih
keterampilan fisik terutama melatih motorik kasar dan motorik halus sehingga
anak dapat meloncat, memanjat, dan lain sebagainya, disamping ia juga dapat
bermain musik, menari, bahkan dapat membuat kerajinan tangan. Pengembangan
keterampilan juga diarahkan agar tidak ada bias gender, anak laki-laki diharapkan memiliki
ketermpilan fisik lebih kuat dibandingkan dengan anak perempuan.
Perkembangan
fisik motorik anak MI dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan yang sama
pada anak laki-laki dan anak perempuan, bahkan guru dituntut untuk menciptakan
budaya lingkungan teman sebaya yang mengajarkan keterampilan fisik dengan cara
mencoba membantu seseorang yang
mengalami hambatan dalam tugas-tugas perkembangan ini.
Perkembangan
fisik motorik ini ditandai dengan hal-hal sebagai berikut :
a.
Pertumbuhan anak
pesat, lengan dan kaki panjang tungkai kurus, kemudian menjadi gemuk.
b.
Gigi susu
berganti dengan gigi tetap
c.
Penuh energi,
suka bergerak dan aktif sekali, makin lama keaktifan lebih terarah.
d.
Masing-masing
senang berlari
Sementara itu,
implikasi pada perkembangan ini adalah sebagai berikur
a.
Perlu makanan
bergizi, cukup banyak istirahat, dan aktivitas ramai berseling dengan aktivitas
tenang.
b.
Perlu melatih
fisik anak, melalui permainan sepak bola atau permainan lain.
c.
Permainan
dibutuhkan sebagai selingan belajar, bekerja, dan bermain kegiatan harus
seimbang.
Menurut yusup (2006),
seiring dengan perkembangan motorik ini, bagi usia anak MI sangat tepat
diajarkan materi yang ada kaitannya
dengan perkembangan fisik dan motorik antara lain :
a.
Dasar-dasar
keterampilan untuk menulis dan menggambar
b.
Keterampilan
berolahraga atau menggunakan alat agama
c.
Gerakan
permainan
d.
Baris-berbaris
secara sederhana untuk menanamkan kebiasaan kedisiplinan dan ketertiban
e.
Gerakan-gerakan
ibadah solat
Berdasarka uraian di
atas dapat difahami bahwa implikasi perkembangan anak terhadap penyelenggaraan
pendidikan anak adalah guru harus memberikan latihan-latihan yang dapat
mengembangkan kondisi dan psikis peserta didik.
B.
Perkembangan
Sosial
Perkembangan sosial
anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, baik orang tua, orang dewasa
lainnya atau teman sebayanya. Apabila lingkungan sosial tersebut memfasilitasi
atau memberikan peluang terhadap perkembangan anak secara positif, maka anak
akan dapat mencapai perkembangan sosialnya lebih matang.
Namun, apabila
lingkungan sosial tersebut kurang kondusif, seperti perlakuan orang tua kasar,
sering memarahi, acuh tak acuh, tidak memberikan bimbingan, teladan dan
pengajaran atau pembiasaan terhadap anak dalam menerapkan norma-norma, baik
agama maupun tatakrama atau budi pekerti, maka anak cenderung menampilkan
prilaku maladjustmen seperti:
a.
Minder
b.
Senang
mendominasi orang lain
c.
Egoish/selfish
d.
Senang
mengisolasi diri/menyendiri
e.
Kurang memiliki
perasaan rasa
f.
Kurang
memperdulikan norma atau prilaku
Perkembangan sosial
anak ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:
a.
Masih merasa
dekat dengan orang tua
b.
Hormat dan segan
pada guru
c.
Dapat
menyesuaikan diri dengan teman sebaya
d.
Belajar berdiri
sendiri bila perlu membela diri
e.
Kurang sabar terhadap
anak kecil
f.
Belum mengetahui
kalah dengan hormat
Sementara itu,
implikasi pada perkembangan ini adalah sebagai berikut:
a.
Carilah kontak
baik dengan orang tua dengan mengunjungi
keluarga mereka
b.
Berilah banyak
kesempatan untuk bergaul dengan teman sebaya agar saling mengerti
c.
Guru harus dekat
dengan mereka bila mereka bertengkar, ia perlu sebagai jembatan perdamaian
d.
Ajarilah mereka
untuk mengerti anak kecil
e.
Ajarkan
kerjasama karena belum waktunya untuk mengadakan banyak perlombaan
Implikasi perkembangan
sosial anak terhadap penyelenggaraan pembelajaran di MI adalah guru harus
berperan sebagai berikut:
a.
Konservator
(pemelihara) terhadap nilai-nilai yang merupakan sumber norma yang akan
dilakukan oleh peserta didik
b.
Transmitor
(penerus) ilmu pengetahuan terhadap peserta didik
c.
Transformator
(penerjemah) pendidik harus memberikan contoh yang baik terhadap peserta didik
dalam berinteraksi dengan peserta didik
d.
Organisator (penyelenggara)
pendidik harus menyelenggarakan pendidikan yang kondusif bagi peserta didik (Syamsudin:1996)
C.
Perkembangan
Kognitif
Pada
tahap perkembangan kognitif, memungkinkan anak MI memperoleh ilmu pengetahuan
serta menggunakan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh untuk dihubungkan
dengan lingkunan dan masalah-masalah yang terjadi di sekitar anak.
Menurut
yusup (2006) secara umum pada usia sekolah (6-12) tahun, anak sudah dapat
mereaksi rangsangan intelektual , atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menurut
kemampuan intelektual atau kemampuan kognitif seperti menulis, membaca dan menghitung.
Pada tahap perkembangan kognitif ini, anak MI harus dibekali
pengalaman-pengalaman dan kemampuan tertentu untuk menambah pengertian dan
menanamkan tingkah laku dan pola-pola baru agar mereka dapat mempergunakannya
secara efektif.
Implikasi
perkembangan ini ditandai dengan tiga kemampuan atau kecakapan baru yaitu: Mengklasifikasikan
(mengelompokkan), menyusun, mengasosiasikan (menghubungkan atau menghitung)
angka-angka atau bilangan, dan kegiatan yang berkaitan dengan dengan
perhitungan angka, seperti menambah, mengurangi, mengalikan dan membagi.
Disamping itu, anak MI sudah memiliki kemampuan memecahkan masalah.
Pada
tahap ini juga kemampuan intelektual anak cukup dapat dibekali kecakapan untuk
berfikir dan bernalar, termasuk pemberian pengetahuan tentang manusia, hewan
beserta lingkungan alam disekitarnya.
Sekolah
mempunyai peran yang sangat penting dalam pengembangan kemampuan intelektual
anak. Dalam hal ini guru harus memberikan perhatian agar menunjang proses
pendidikan anak. Guru juga harus memberikan kesempatan kepada anak untuk
mengemukakan hasil belajarnya serta memberikan komentar terhadap pekerjaan yang
telah dilakukan oleh anak MI dalam proses belajar. Kegiatan seperti ini
diharapkan dapat membantu proses pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan
oleh sekolah.
Perkembangan
kognitif anak ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:
a.
Konsertasi dapat
bertahan lebih lama, mereka sanggup mengikuti pelajaran di sekolah sampai 43
menit.
b.
Dapat mengikuti
intruksi guru dan mengerjakan tugas tertentu
c.
Tumbuh rasa
tanggung jawab karena lebih mengerti
d.
Senang mendengarkan
cerita, meskipun sudah dapat membaca
e.
Ada kemauan
belajar membaca, menghitung dan menulis
f.
Belum mengerti
hal yang abstrak
g.
Cara berfikirnya
berdasarkan hal yang konkrit
h.
Belum mempunyai
pendapat sendiri
Dengan memperhatikan
perkembangan kognitif anak tersebut, pada kegiatan pembelajaran dapat
diwujudkan dalam bentuk kegiatan berikut:
a.
Antisipasi
mereka untuk duduk tenang selama bercerita, kemudian beri kesempatan untuk
bergerak
b.
Berilah tugas,
seperti mengulang ayat, hafalan atau cerita
c.
Berilah tanggung
jawab sesuai kemampuan
d.
Berilah cerita
al-Qur’an atau cerita Nabi-Nabi terdahulu
e.
Pakailah alat
peraga atau huruf yang jelas
f.
Pakailah
kata-kata dan contoh-contoh berdasarkan hal yang konkrit dan sederhana
g.
Janganlah
menawarkan banyak keputusan
h.
Berilah contoh
yang baik dalam kelakuan dan perkataan
Bagi anak MI,
pengoprasian suatu penjumlahan harus menggunakan benda-benda nyata, terutama di
kelas-kelas awal karena tahap perkembangan berfikir mereka baru mencapai pada tahap konkret.
D.
Perkembangan
Emosi
Perkembangan
emosi merupakan perkembangan yang terjadi pada anak MI ditandai dengan dorongan
dan minat untuk mencapai atau memiliki sesuatu yang disebabkan kebutuhan berbagai
dorongan dan minat. Hal itu, karena menginjak usia sekolah perkembangan emosi
pada anak MI diarahkan agar anak dapat merespon sesuatu lebih banyak dilakukan
dengan penalaran dan pertimbangan-pertimbangan objektif didukung dengan
dorongan emosional yang mempengaruhi
pemikiran-pemikiran dan tingkah lakunya.
Tahap
perkembangan ini anak mulai menyadari tentang perbuatan yang tidak disukai oleh
anggota masyarakat. Oleh karena itu, perkembangan emosi diarahkan pada pemahan
tentang kehidupan emosional dan perasaan-perasaan, baik perasaan tentang
dirinya sendiri maupun tentang orang
lain seperti gejala-gejala emosional marah, takut, bangga dan rasa malu, cinta
dan benci, harapan-harapan dan rasa putus asa, perlu dipahami dan dicermati
dengan baik.
Perkembangan
emosional pada anak Mi ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:
a.
Lebih stabil,
tetapi mudah gelisah, gugup, kadang-kadang putus asa
b.
Pada permulaan
anak merasa kuatir, belum bisa, lama-kelamaan lebih yakin akan diri sendiri.
c.
Kurang sabar
terhadap diri sendiri
d.
Membesar
besarkan persoalan dapat merasakan perasaan teman lain juga perasaan orang tua.
Sementara itu,
implikasi perkembangan emosi anak MI adalah sebagai berikut:
a.
Usahakan suasana
yang tenang, ramah dengan tidak boleh ditertawakan jika melakukan kesalahan
b.
Berilah tugas
yang tidak terlalu sulit dengan memberi sifat berani pada anak dalam hal yang
terasa sulit
c.
Ajarlah anak
bekerja dengan tenang dengan
menyelesaikan apa yang dimulai dengan teliti
d.
Membetulkan
fakta tanpa mempermalukan anak dalam menyelesaikan tugas mereka
e.
Ajarilah anak
untuk mengekspresikan rasa sayang dan juga menolong kawan dalam kesulitan,
termasuk orang tua
Hal ini dipertegas oleh
Yusup (2006), bahwa implikasi perkembangan ini akan memberikan kemampuan dalam
mengontrol emosi anak MI serta dapat melakukan melalui peniruan dan pelatihan.
Emosi yang harus ditanamkan pada anak MI ada emosi positif seperti, cinta/kasih
sayang, gembira, semangat rasa ingin tahu terhadap materi yang disampaikan
guru, seperti memperhatika penjelasan guru , membaca buku, aktif berdiskusi,
mengerjakan tugas, disiplin dalam belajar, karena apabila emosi negatif yang
menyertai proses belajar anak MI akan
memiliki perasaan tidak senang, kecewa, tidak bergairah, hal ini menjadi
hambatan dalam proses belajar mengajar.
Peran sekolah dalam perkembangan
ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, efektif dan
menyenangkan, seperti berikut:
a.
Mengembangkan
kelas yang bebas dari ketegangan (seperti sikap guru yang tidak ramah dan
bersahabat)
b.
Memperlakukan
peserta didik sebagai individu yang mempunya harga diri (tidak mencemooh,
mengejek, menghina, menyalahkan pendapat anak).
c.
Memberikan nilai
secara objektif
d.
Menghargai karya
peserta didik
E.
Perkembangan
Bahasa
Perkembangan bahasa
adalah perkembangan aspek-aspek yang penting dalam perkembangan anak karena
aspek-aspek bahasa merupakan alat komunikasi
yang mempunyai fungsi sosial karena termasuk dalam jaringan sosial dan
bahasa mempunyai fungsi-fungsi ekspresit.
Implikasi dalam
perkembangan bahasa anak MI harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan
kebahasaan anak MI, dimulai dari umur 1 ½ tahun dan selesai pada kurang lebih
tahun ke-4 dan tahun ke-5 sebagai awal dari perkembangan anak MI.
Perkembangan
bahasa anak sangat berguna bagi guru
dalam mengembangkan bahasa pertama (bahasa ibu) sebagai landasan dalam
memberikan materi pelajaran karena berhubungan dengan penggunaan bahasa ke-2 .
hal itu karena perkembangan bahasa anak MI berada pada tingkat sebagai berikut:
a.
Membuat kalimat
yang kebih sempurna
b.
Membuat kalimat
majemuk
c.
Menyusun dan
mengajukan pertanyaan
F.
Perkembangan
Moral
Perkembangan
moral adalah perkembangan moral anak yang merupakan hal yang sangat
penting bagi perkembangan kepribadian
dan sosial anak dalam kehidupan sehari-hari. Pada hakikatnya pada perkembangan
ini anak MI telah mengenal konsep moral
(mengenal benar salah atau baik buruk) dimulai dari lingkungan keluarga.
Implikasi
perkembangan terhadap penyelenggaraan pendidikan di MI guru mengarahkan anak
didiknya untuk melakukan kebaikan dan
selalu menanamkan kejujuran karena pada tahap perkembangan ini anak MI sudah mengetahui peraturan dan tuntutan dari orang tua atau lingkungan sosial, disamping
itu anak telah dapat mengasosiasikan
perbuatannya dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya perbuatan nakal, jujur,
adil, serta sikap hormat baik terhadap orang tua, guru dan lingkungan
sekitarnya.
G.
Perkembangan
Agama
Pada
dasarnya perkembangan keagamaan anak merupakan dasar manusia untuk mengenal
Tuhannya. Dasar untuk beragama merupakan
kemampuan manusia yang mempunyai
kemungkinan untuk berkembang secara alami.
Langkah-langkah
yang harus dilakukan sekolah adalah menyesuaikan dengan tahapan keagamaan yang terjadi pada anak MI dengan cara sebagai
berikut:
a.
Tahap ini anak yang
berumur 3-6 tahun, konsep keTuhanan banyak
dipengaruhi oleh fantasi dan emosi, sehingga dalam menanggapi agama, anak masih
menggunakan konsep fantastis, yang diikuti oleh dongeng-dongeng yang kurang
masuk akal
b.
Tahap ini
dimulai sejak usia masuk sekolah tujuh tahun sampai pada usia pubertas
c.
Pada masa ini
ide keagamaam anak didasarkan atas emosional, sehingga melahirkan konsep Tuhan
yang formalis. Berdasarkan hal ini anak mulai tertarik pada lembaga-lembaga
keagamaan yang mereka lihat dan dikerjakan oleh orang dewasa dalam lingkungan mereka. Segala bentuk
tindakan keagamaan mereka ikuti dan tertarik untuk mempelajarinya.
d.
Pada tingkat ini
anak telah mempunyai kepekaan emosi yang
tinggi, sejalan dengan perkembangan usia mereka.
Implikasi
perkembangan agama pada anak MI dalam
proses pendidikan, sekolah atau guru harus menanamkan nilai-nilai keagamaan
sejak dini dengan menyusuaikan dengan tingkat perkembangan anak termasuk sekolah juga harus
memfasilitasi kegiatan keagamaan
termasuk kegiatan mengaitkan pendidikan dengan kegiatan keagamaan atau nilai-nilai
agama islam dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan
faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah:
a.
Aspek usia
b.
Aspek fisik
c.
Aspek psikis
BAB
III
PENUTUP
Simpulan
Dalam
konteks pendidikan, anak usia MI perlu mendapatkan perhatian khusus karena
merupakan peletak pendidikan dasar yang
akan memberikan bekal kepada anak pada jenjang pendidikan selanjutnya. Lebih
dari itu, anak seusia dini merupakan bekal yang
akan membuka pintu dunia bagi mereka, sedangkan orang tua memandang
bahwa sekolah adalah sebagai tempat untuk mengembangkan kemampuan anak.
Seorang
guru akan dapat melakukan bimbingan yang tepat jika memahami tingkat
perkembangan anak MI, karena tanpa mengenal pola kerkembangan anak MI mustahil
akan membuat rencana yang efektif dalam mengadakan perubahan dari anak itu
sendiri.
DAFTAR
FUSTAKA
Yusuf, Samsyu, Psikologi
Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: Rosda Karya, 2006
Sagala, Saiful, Konsep
dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2007
Syamsudin, Abin Makmum, Psikologi Kependidikan, Bandung: Rosda karya, 1996
Hasan, Aliah B. Purwakania, Psikologi Perkembangan Islami, Jakarta: Raja Grafindo Persada,
2006
Fuad, Muhammad Abdul Baqi, Kumpulan Hadis Shahih Bukhari Muslim, Semarang: PT. Pustaka Rizki
Putra, 2012
Kiswan, Diktat Perkembangan Peserta Didik, Ciamis: Institut Agama Islam Darusssalam, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar